Ilmu Manajemen Proyek
Globalisasi yang semakin maju menuntut percepatan pembangunan terahdap semua negara baik negara maju maupun negara berkembang. Indonesia sendiri sebagai negara berkembang merespon kemajuan globalisasi ini dengan maraknya proyek multinasional. Sejak Tahun 2016 hingga Perseptember 2020 sebanyak 98 Proyek Strategis nasional sudah selesai dibangun oleh pemerintah Indonesia, dengan nilai investasi Rp. 515,3 Triliun. Proyek proyek strategi nasional tersebut diantaranya adalah pembangunan Jalan Tol, Bandara, Pelabuhan, Bendungan, Kereta, kawasan industri, saluran irigasi, sentra kelautan dan perikanan serta infrakstruktur lainnya. Realisasi Proyek tersebut tidak terlepas dari penerapan Manajemen Proyek yang baik.
Apa
Itu Manajemen Proyek ?
Untuk Mengetahui apa
itu Manajemen Proyek, terlebih dahulu kita mengetahui arti dari dua kata dasar Manajemen
Proyek yaitu Manajemen dan Proyek. Pengertian Manajemen Menurut Ismail Solihin
adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan
pengendalian dari berbagai sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan secara
efektif dan efisien sedangkan Pengertian Proyek adalah diartikan sebagai satu
kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi
sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang sasarannya
sudah digariskan dengan jelas. Maka manajemen proyek dapat diartikan sebagai Sebagai
ilmu dan seni berkaitan dengan memimpin dan mengoordinir sumber daya yang
terdiri dari manusia dan material dengan menggunakan teknik pengelolaan modern
untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan.
Tujuan/Manfaat
Manajemen Proyek
1.
Efisiensi, baik dari segi biaya, sumber
daya maupun waktu.
2.
Kontrol terhadap proyek lebih baik,
sehingga proyek bisa sesuai dengan scope, biaya, sumber daya dan waktu yang
telah ditentukan,
3.
Meningkatkan kualitas
4.
Meningkatkan produktifitas
5.
Bisa menekan risiko yang timbul sekecil
mungkin.
6.
Koordinasi internal yang lebih baik
7.
Meningkatkan semangat, tanggung jawab
serta loyalitas tim terhadap proyek, yaitu dengan penugasan yang jelas kepada
masing-masing anggota tim.
Tiga Faktor Pembatas
Manajemen Proyek
1.
Scope atau ruang lingkup
Scope
atau ruang lingkup proyek adalah membahas jenis dan batasanbatasan yang ada
pada sebuah proyek. Sejauh mana batasan-batasan atau ruang lingkup suatu proyek
ditentukan. Ruang lingkup atau batasan proyek sangat diperlukan dalam suatu
proyek, karena hal ini akan memberi dampak pada faktor-faktor proyek lainnya,
terutama yang menyangkut biaya dan waktu pengerjaan proyek. Semakin besar scope
atau ruang lingkup suatu proyek tersebut, maka secara umum akan makin bertambah
pula waktu pengerjaan, ini tentunya berdampak pada bertambahnya biaya yang
harus dikeluarkan.
2.
Time atau waktu Time atau waktu
Time
atau waktu Time atau waktu adalah salah
satu komponen yang menjadi target utama dalam sebuah proyek. Pada intinya
faktor waktu ini adalah bagaimana kita menentukan lamanya waktu yang diperlukan
untuk menyelesaikan sebuah proyek. Komponen waktu begitu berarti, terutama pada
saat-saat yang krusial, terkadang suatu proyek dipaksa untuk selesai pada waktu
tertentu, walaupun berdampak pada membengkaknya biaya.
3.
Cost atau biaya
Cost
atau biaya adalah salah satu faktor atau komponen utama proyek. Pada intinya
faktor biaya atau cost ini adalah menentukan seberapa besar biaya yang akan
dikeluarkan untuk sebuah proyek. Faktor biaya ini sangat dipengaruhi oleh 2
faktor sebelumnya, yaitu scope dan time. Secara umum semakin besar ruang
lingkup dan semakin lama waktu, maka akan semakin besar pula biaya suatu proyek
Elemen Manajemen Proyek
A.
Project Scope Management
Project
scope management meliputi:
1. Scope
planning: menjelaskan bagaimana ruang lingkup proyek didefenisikan,
diverifikasi dan dikontrol
2. Scope
defenition: membuat scope statement yang menjabarkan justifikasi proyek,
penjelasan produk, deliverable dan tujuan proyek yang meliputi aspek biaya,
mutu dan jadwal sebagai acuan untuk membuat WBS.
3. Work
Breakdown Structure (WBS): menjabarkan scope statement menjadi suatu susunan
deliverables yang mudah di-manage, serta dikelompokkan berdasarkan deliverable
utama.
4. Scope
verification: mendapatkan persetujuan deliverable proyek secara formal.
5. Scope
control: mengontrol perubahan ruang lingkup proyek.
B.
Project Time Management
Project
time management diperlukan untuk menyelesaikan proyek sesuai dengan waktu yang
ditetapkan, yang meliputi:
1. Penyusunan
jadwal proyek
2. Monitoring
jadwal proyek
3. Pengontrolan
perubahan jadwal proyek
C.
Project Cost Management
Project
cost management diperlukan untuk membuat perencanaan, estimasi budget dan
mengontrol biaya agar biaya proyek tidak melebihi anggaran yang dtetapkan,
Project cost management ini meliputi:
1. Cost
estimating: membuat perkiraan biaya atas sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan
suatu aktivitas.
2. Cost
budgeting: menyusun total perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan
proyek dan menetapkan cost baseline.
3. Cost
control: mengontrol faktor-faktor penyebab varian biaya dan menjalankan
prosedur kontrol perubahan
D.
Project Human Resource
Management
Project human resource management diperlukan untuk memenuhi kebutuhan mengorganisir
dan me-manage project team yang meliputi:
1. Human
resource planning: mengidentifikasi kualifikasi dan jumlah personil yang
dibutuhkan serta mendokumentasi peran dan tanggung jawab masing-masing.
2. Menunjuk/mendapatkan
personil tim yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan proyek.
3. Membentuk
project team dengan meningkatkan kompetensi dan kerja sama tim untuk
meningkatkan kinerja proyek.
4. Mengelola
project team dengan mengoordinasi dan memonitor kinerja tim, memberikan umpan
balik dan membantu memecahkan masalah proyek.
E.
Project Risk Management Project risk
management diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif risiko terhadap keberhasilan
proyek yang meliputi:
1. Human
resource planning: mengidentifikasi kualifikasi dan jumlah personil yang
dibutuhkan serta mendokumentasikan peran dan tanggung jawab masing-masing.
2. Menunjuk/mendapatkan
personil tim yang dibutuhkan untuk melaksanakan proyek.
3. Membentuk
project team dengan meningkatkan kompetensi dan kerja sama tim untuk meningkatkan
kinerja proyek.
4. Mengelola
project team dengan mengoordinasi dan memonitor kinerja tim, memberikan umpan
balik dan membantu memecahkan masalah proyek.
F.
Project Communication Management
Bertujuan agar komunikasi dan aliran informasi proyek berjalan efektif dan
efisien, yang meliputi:
1. Communication
planning: menentukan perencanaan komunikasi proyek yang sesuai dengan kebutuhan
dan harapan stakeholder.
2. Information
distribution: menyediakan informasi proyek dan mendistribusikannya sesuai
perencanaan.
3. Performance
reporting: melaporkan status dan kemajuan proyek secara objektif dan tepat
waktu.
4. Manage
stakeholders: membina dan mengelola komunikasi yang efektif dan efisien dengan
stakeholder untuk memenuhi kebutuhan serta melibatkan mereka dalam pengambilan
keputusan proyek sesuai mekanisme yang ditetapkan
G.
Project Quality Management Project
quality management bertujuan untuk memastikan kesesuaian kinerja dan hasil
proyek dengan standar mutu yang ditetapkan. Pembahasannya meliputi:
1. Quality
planning: menentukan standar mutu dan standar konfigurasi yang sesuai untuk
proyek dan cara pemenuhannya.
2. Quality
assurance: melaksanakan aktivitas mutu untuk memastikan pelaksanaan proyek
telah memenuhi standar proyek yang ditetapkan.
3. terhadap
standar konfigurasi yang ditetapkan dan mengidentifikasi cara mengeliminasi
penyebab kegagalan tersebut
H.
Project Procurement Management Meliputi
proses yang diperlukan untuk memenuhi pengadaan barang dan/atau jasa yang
disediakan oleh vendor/kontraktor sesuai jadwal. Pembahasan project procurement
management meliputi:
1. Procurement
planning: menentukan kebutuhan pengadaan barang dan/atau jasa oleh vendor atau
kontraktor, membuat jadwal pelaksanaan pengadaan
2. Solicitation
planning: menyusun dokumen pengadaan dan kriteria penilaian.
3. Conduct
solicitation: mengadakan penjelasan lelang, melaksanakan lelang dan menerima
proposal/penawaran yang diajukan vendor/kontraktor.
4. Source
selection: memilih dan menunjuk vendor/kontraktor pemenang.
5. Contract
administration: menyiapkan document kontrak kemudian bersama-sama
vendor/kontraktor pemenang mereview dan menyempurnakan isi kontrak.
6. Contract
closure: penanda tanganan kontrak oleh kedua belah pihak (pembeli dan
pelaksana)
I.
Project Integration Management Meliputi
proses dan aktivitas yang diperlukan untuk mengidentifikasi, mendefenisi,
mengombinasi, menyatukan dan mengoordinasi berbagai proses dan aktivitas
manajemen proyek dalam suatu proses yang bersinergi dan berkesinambungan,
Pembahasan project integration management meliputi:
1. Membuat
project definition sebagai gambaran awal proyek.
2. Membuat
project management plan.
3. Mengarahkan
dan mengelola pelaksanaan proyek.
4. Memonitor
dan mengontrol aktivitas proyek, mulai dari initation, planning, execution
sampai closing proyek.
5. Mengintegrasikan
pelaksanaan prosedur kontrol perubahan atau changes control procedure.
6. Menyelesaikan
dan menutup proyek secara formal.
Penerapan Manajemen
Proyek pada Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Salah satu penerapan
manajemen proyek dapat kita lihat pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung,
untuk lebih
Referensi :
PMBOK. (2008). A Guide to The Project Management Body of Knowledge, 4th Edition. An American National Standard. ANSI/PMI 99-001-2008. North Carolina,USA.
Teguh, R., &
Sudiadi, S. (2015). Diktat Manajemen Proyek.
Pujiono, B. (2017).
Konsep Manajemen Proyek
Solihin, I. (2009).
Pengantar manajemen.
Comments
Post a Comment